Pj Gubernur Sumut Hassanudin Lantik Pj Bupati Tapteng, Ingatkan Jaga Kondusivitas Daerah
Pagurawannews, Medan - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Dr. Hassanudin melantik Sugeng Riyanta sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng). Pada kesempatan tersebut, Hassanudin mengingatkan, Pj Bupati Tapteng agar tetap menjaga kondusivitas daerah pada masa Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024.
“Saya sampaikan, ini juga salah satu urusan mendesak, saudara Pj Bupati memfasilitasi persiapan Pemilu Pilkada serentak, saya mengajak saudara Pj Bupati agar dapat menjaga netralitas ASN dan memelihara kondusivitas masyarakat Tapteng pada Pemilu dan Pilkada serentak,” ujar Hassanudin usai melantik Pj Bupati Tapteng di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41, Rabu (15/11).
Hassanudin juga mengharapkan, Pj Bupati Tapteng memberi dukungan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah, tanpa melakukan intervensi apapun. Serta mengantisipasi gejolak politik sekecil apapun.
“Senantiasa antisipasi gejolak politik sekecil apapun, yang dapat menganggu ketentraman masyarakat,” kata Hassanudin.
Selain itu, Hassanudin juga mengingatkan beberapa hal strategis yang perlu menjadi perhatian. Mulai dari mengenalikan inflasi, mengalokasikan anggaran untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial, serta mewaspadai dampak fenomena super El Nino.
“Cari inovasi dan terobosan, meningkatkan investasi, serta terus dukung program prioritas pemerintah. Seperti penurunan kemiskinan stunting dan hilirisasi industri. Mari memberantas peredaran penggunaan Narkoba,” kata Hassanudin.
Pj Bupati Tapteng Dr. Sugeng Riyanta usai dilantik menegaskan, bahwa netralitas ASN adalah sesuatu yang mutlak. “Dengan netralitas semua bisa diayomi, Pemilu pun berjalan dengan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil,” katanya.
Selain itu, Sugeng menjamin, apabila ada ASN yang tidak netral pada Pemilu dan Pilkada akan segera dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Presiden sudah memberikan arahan, Gubernur juga sudah memberikan arahan, semua juga sudah tertuang dalam UU ASN, ASN ini harus netral, apabila ada pelanggaran hukum pasti ada sanksinya,” katanya.
Diketahui, sebelum dilantik sebagai Pj Bupati Tapteng, Sugeng Riyanta menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung. Ia dilahirkan di Kulon Progo, Daerah Istimewap Yogyakarta pada 4 November 1972. Sugeng juga sudah berkarir di institusi Kejaksaan sejak tahun 1998.
Selain pelantikan Pj Bupati Tapteng, juga dilakukan pelantikan Ade Riana Wiranti sebagai Pj Ketua TP PKK Tapteng oleh Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin. Dessy dalam sambutannya mengharapkan Ade Riana segera berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapteng untuk mampu mewujudkan program-program PKK. **(H17/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
PELANTIKAN PJ BUPATI TAPTENG
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin melantik Sugeng Riyanta sebagai Pj Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Rabu (15/11). Pada kesempatan tersebut, TP PKK Sumut Dessy Hassanudin juga melantik Pj Ketua TP PKK Tapteng Ade Riana Wiranti.
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia
Ikuti Networking Session bersama Startup di Medan, Pj. Gubsu sebut Bisnis Digital Tumbuh Positif di Sumut
Pagurawannews, Medan – Bertemu dengan para penyedia teknologi startup hasil kurasi Kementerian Kominfo dalam HUB.ID Accelerator, Penjabat Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Hassanuddin mengatakan, bahwa bisnis digital telah tumbuh positif di Sumut.
"Bila dilihat dari kontribusinya bagi perekonomian daerah, bisnis digital tumbuh positif di Sumatera Utara," kata Kepala Dinas Kominfo Dr. Ilyas Sitorus saat menyampaikan sambutan Pj. Gubernur pada acara Networking Session HUB.ID Accelerator 2023 di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Kapten Maulana Lubis Nomor 7 Medan, Selasa (14/11).
Menurut Hassanuddin, berbagai elemen dan usur juga sangat mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan keberlanjutan perusahaan rintisan atau startup di Sumut. Bisa dilihat dari adanya berbagai pemangku kepentingan, sumber daya, dan infrastruktur yang saling terkait dan saling mendukung di wilayah ini.
“Demikian pula investor, inkubator dan akselerator, komunitas dan jaringan, lembaga pendidikan dan penelitian, perusahaan coorporate, co-working spaces, serta media dan publikasi. Semua saling mendukung," terang Ilyas saat menyampaikan Sambutan Pj Gub Hassanuddin.
Ilyas juga mengatakan, Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumut akan terus berupaya menjaga ekosistem kondusif. Sehingga tercipta lingkungan yang merangsang pertumbuhan startup, membantu meningkatkan daya saing regional, dan mendorong inovasi di berbagai sektor ekonomi.
"Mari kita semua, tidak hanya memberikan tepuk tangan untuk pencapaian para startup, tetapi juga mengakui kekuatan kolektif kita untuk membentuk masa depan bersama-sama, mari kita ciptakan lingkungan yang merawat inovasi, mendukung pengambilan risiko, dan merayakan semangat kewirausahaan," pungkas Ilyas.
Kementerian Kominfo telah sukses menyelenggarakan HUB.ID Accelerator pada tahun 2021 dan 2022. Pada tahun ini program ini kembali diselenggarakan dan telah memilih 25 startup yang dibagi dalam lima vertikal bisnis. Yaitu Healthtech, Agritech & Fisheries, ESG Related, SME Enablers & Logistic, dan Financial Technology.
Adapun startup digital yang hadir pada Networking Session di Kota Medan ini adalah TruClimate, BepahKupi, Logice, Pintar, Broom.id, Mindtera, Soul Parking, Redy dan My Skill.
Sementara itu, Direktur Ekonomi Digital Kementerian Kominfo Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan tugas dari Pemerintah Indonesia adalah bagaimana menciptakan ekosistem teknologi dan inovasi yang dapat mendukung Indonesia menjadi negara yang memiliki kekuatan sebagai tuan rumah, dengan pelaku industri teknologi yang didominasi oleh anak bangsa sendiri.
"Untuk itu Pemerintah Indonesia mendorong terwujudnya transformasi digital yang melingkupi tiga elemen penting, yakni pemerintahan, ekonomi, dan masyarakat. Ketiga elemen tersebut dibingkai dalam framework Indonesia Digital Nation," ujarnya.
Menurut Bonifasius, dukungan Kementerian Kominfo melalui Direktorat Ekonomi Digital, tidak hanya memfasilitasi startup dengan para mitra bisnis, tetapi turut mendukung pencapaian transformasi digital melalui program Adopsi Teknologi Digital di Sektor Pertanian, Maritim, Logistik, Pendidikan, Pariwisata, Kesehatan, dan UMKM.
"Kami membantu agar inovasi teknologi yang dimiliki oleh para startup digital juga dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat pengguna, dengan harapan berdampak pada peningkatan efisiensi, efektivitas, dan nilai ekonomi pada sektor-sektor tersebut," katanya.
Turut hadir di kesempatan itu perangkat daerah Provinsi Sumut Kadis Kesehatan Alwi, Kadishub Agustinus dan perwakilan OPD Pemprovsu dan OPD Kota Medan, serta para founder startup digital HUB.ID Accelerator 2023.**(DISKOMINFO SUMUT)
Panen Raya di Desa Lubuk Cuit, Pj Gubernur Dukung Pembangunan Rumah Produksi Pasta Cabai Merah
Batu Bara, suarakpk com - Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin mendukung pembangunan rumah produksi pasta cabai merah di Desa Tanah Itam Hilir, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara. Diharapkan program hilirisasi dengan membangun rumah produksi tersebut menjadi solusi terbaik bagi semua pihak.
“Masyarakat selaku konsumen tidak menjerit saat harga melambung tinggi. Begitu juga petani tidak mengeluh saat harga anjlok,” kata Pj Gubernur Hassanudin, usai panen raya cabai merah di Desa Lubuk Cuik, Kec. Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batubara, Rabu (25/10)
Pj Gubernur mengatakan, cabai menjadi salah satu komoditi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, sekaligus penyebab tingginya inflasi di Indonesia. Walau kawasan sentra produksi cabai merah Sumut seperti Karo, Batubara, Simalungun, Tapanuli Utara, Langkat, Dairi, Toba, Humbanghasundutan, Mandailingnatal dan Padangsidimpuan mampu menghasilkan produksi 146.182 ton, namun perlu tetap diwaspadai mulai dari stabilitas harga dan ketersediaannya.
"Dari lumbung-lumbung cabai Sumut mampu memproduksi 146.182 ton dengan jumlah kebutuhan masyarakat 104.230 ton, kita masih surplus 41.950 ton, namun ini harus tetap dijaga, apalagi untuk kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024," jelasnya.
Untuk itu, Hassanudin berharap, petani cabai Desa Lubuk Cuik dapat terus meningkatkan produksi tanaman cabai. Saat ini luas lahan cabai di Desa Lubuk Cuik dan desa sekitarnya 630,52 Ha, dengan produksi 12-15 ton/ha.
“Saat panen puncak bisa mencapai 40-50 ton/hari, kita harapkan harga dan ketersediaan cabai untuk masyarakat Sumut cukup," harapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hassanudin juga menyerahkan bantuan dari Pemprov Sumut kepada tiga ketua kelompok tani budidaya cabai, yakni Ketua Kelompok Tani Sepakat Irwansyah berupa pupuk organik 16.000 kg, benih cabai 40 sachet dan 80 mulsa gulung. Ketua Kelompok Tani Makmur Salidi, berupa pupuk organik 12.000 kg, 30 sachet bibit cabai dan 60 mulsa gulung dan Ketua Kelompok Tani Mekar Indah Wardi, berupa pupuk organik 12.000 kg, benih cabai 30 sachet dan 60 mulsa gulung. Total pupuk 40.000kg, 100 sachet benih cabai dan 200 gulung mulsa, serta Hand Sprayer Electrick untuk masing-masing kelompok tani.
Bupati Batu Bara Zahir mengatakan, Desa Lubuk Cuik merupakan desa penghasil cabai merah terbesar kedua di Sumut, setelah Kabupaten Karo. Hasil produksnyai tidak saja dipasarkan ke wilayah Batubara tapi juga di luar Batubara seperti Medan, Pekan Baru Riau, Padang, Dumai dan Batam.
Untuk itu, katanya, perlunya membangun Rumah Produksi Pasta Cabai Merah, karena ketika cabai ini panen harganya tidak langsung anjlok, akibat dimainkan oleh para tenggkulak. "Tahun ini juga melalui Kementrian Koperasi dan UMKM akan dibangun pabrik pasta cabai, alatnya sedang diproses, untuk pabriknya sendiri baru dimulai November hingga Desember selesai, sekarang sudah sampai 70%. Jadi ketika panen raya petani bisa merasakan harga yang stabil, karena pabrik pasta cabai menjamin itu, Doakan ini segera diresmikan,” harapnya
Turut hadir Sekdakab Batu Bara Norma Deli Siregar, Forkopimda Batu Bara, Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Sumut Rajali dan Kepala Desa se-Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.** (H20/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
Pj Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin bersama Bupati Batu Bara Zahir melaksanakan panen raya cabai merah di Desa Lubuk Cuik, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Rabu (25/10). Batu Bara merupakan sentra cabai merah terbesar kedua di Sumut.
(Foto : Alexander AP Siahaan/ Diskominfo Provsu)
Sukses Bongkar Kasus Eksploitasi Anak dan Perdagangan Manusia, Pj Gubernur Sumut Beri Penghargaan Kapolrestabes Medan dan Kasat Reskrim
Pagurawannews, Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin memberikan piagam penghargaan kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan keduanya mengungkap dua kasus eksploitasi anak dan lima kasus perdagangan orang (human trafficking).
Menurut Hassanudin, ini merupakan prestasi besar dan merupakan pengungkapan kasus tertinggi dari Polres-Polres di jajaran Polda Sumut. Karena itu patut diberikan penghargaan atas upaya dan kerja kerasnya mengungkap kasus tersebut.
“Ini prestasi yang luar biasa dan bukan pengungkapan kasus yang mudah, di dalam satu tahun total mengungkap dua eksploitasi anak dan lima perdagangan orang,” kata Hassanudin usai memberikan penghargaan di Lt 10 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (20/10).
Pj Gubernur berharap semakin banyak kasus-kasus pidana yang terungkap di Sumut, terutama masalah narkoba. Apalagi Sumut salah daerah dengan pengguna narkoba tertinggi di Indonesia.
“Kita harap semakin banyak kasus pidana yang terungkap, terutama untuk narkoba, karena ini menjadi perhatian kita bersama, menjadi perhatian Pak Presiden Joko Widodo,” kata Hassanudin.
Menurut keterangan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa, ada dua kasus eksploitasi anak sempat viral di media sosial dua bulan terakhir. Kedua kasus tersebut dilakukan dua panti asuhan dengan membuat konten video di media sosial, agar menerima simpati dan bantuan dari masyarakat.
“Mereka membuat konten untuk menarik empati masyarakat dengan harapan mendapatkan bantuan, salah satunya menyuapi bayi dua bulan dengan bubur, sekarang pemilik panti asuhannya sudah menjadi tersangka,” kata Valentino.
Sementara itu, Juni sampai Oktober 2023, Tim Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang Polrestabes Medan juga berhasil mengungkap lima kasus perdagangan orang dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ada tujuh pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polrestabes Medan dari kasus perdagangan orang skala internasional ini
“Ini juga kasus luar biasa, kita berhasil mengungkap 5 dari bulan Juni hingga Oktober dan sudah menetapkan tersangkanya,” kata Valentino.**
Turut hadir mendampingi Pj Gubernur Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Karo Umim Dedy dan Karo Adpim Muttaqin.
(H15/DISKOMINFO SUMUT)
Pj. Gubsu Hassanudin Lepas Wartawan Unit Pemprov Sumut Kunjungan Media ke Danau Toba
Pagurawannews, Medan - Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Hassanuddin melepas keberangkatan puluhan wartawan yang bertugas di Unit Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, untuk kunjungan media dan diskusi terpumpun ke Danau Toba, dan sekitarnya, 9-12 Oktober 2023.
"Semoga perjalanan rekan-rekan jurnalis bisa meningkatkan silaturahmi bagi kawan-kawan yang bertugas meliput di Pemprov Sumut," harap Hassanudin yang diwaliki Kadiskominfo Sumut Ilyas Sitorus di dampingi Kabid IKP Harvina di hadapan para jurnalis, Senin (9/10), di Kantor Diskominfo Sumut Jalan HM Said Nomor 27 Medan.
Ilyas berharap kepada para jurnalis untuk tetap menjaga kekompakan, menjaga kesehatan, dan membawa sejumlah informasi dari kawasan Kaldera Toba yang bermanfaat untuk pembangunan kepariwisataan di Provinsi Sumut, sebagaimana yang diharapkan Pj. Gubsu.
Lebih lanjut Ilyas menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian tugas pokok dan fungsi Diskominfo Sumut dalam rangka menjalin dan meningkatkan hubungan media atau media relation. "Kunjungan media juga dalam rangka meningkatkan wawasan awak media, khususnya terhadap isu-isu kedaerahan yang strategis dalam hal ini Kawasan Strategis Nasional Danau Toba. Wartawan bisa dapat menggali informasi langsung ke lokasi dan bertemu dengan narasumber," terangnya.
Seperti yang diketahui bahwa Kaldera Danau Toba merupakan salah satu warisan dunia yang sudah diakui oleh The United Nations Educational Scientific And Cultural Organization (UNESCO) pada 31 Agustus 2020 lalu.
"Dalam kesempatan ini kami dari Diskominfo mengucapkan selamat jalan, jaga kesehatan, sampai di lokasi tujuan. Selamat jalan dan beraktivitas, dan jangan lupa nikmati juga alam ciptaan Tuhan melalui keindahan alam Danau Toba," ujarnya.
Ketua Forum Wartawan Unit Pemprov Sumut Zulkifli Harahap mengatakan, kebersamaan dan kekompakan sangatlah penting dalam rangka kunjungan media ke seputaran Danau Toba.
"Bagi saya yang terpenting kita satu persepsi, satu bahasa. Kita pergi bersama dan pulang bersama," ujarnya.
Kunjungan wartawan unit Pemprov Sumut ke Danau Toba dan sekitarnya menaiki empat kenderaan jenis elf. Selain bersilaturahmi, mereka juga akan menghimpun sejumlah informasi perkembangan Danau Toba termasuk melakulan forum diskusi bersama Disbudpar Provsu dan BPODT. **(DISKOMINFO SUMUT)
Sebelum Mengahadiri LTFW 2023, Pj Gubsu Dan Ny Dessy Hasanuddin Sempatkan Olah Raga Santai di Dolok Sanggul
Pagurawannews,Humbanghasundutan - Memasuki usia satu bulan sejak dilantik Mendagri 5 September menggantikan Gubsu Edy Rahmayadi yang berakhir jabatan priode 2018 - 2023, Pejabat ( PJ ) Gubsu DR Hasanuddin dan Pj Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Ny Dessy Hasanudin menjadikan olah raga sebagai sarana menjaga kesehatan dan silaturahmi.
Diketahui bahwa Pj. Gubsu Hasanuddin dalam berolah raga benar benar menjadikan sarana menjaga kesehatan dan silaturahmi, dan berbagai jenis olah raga apakah Tennis, Bersepeda, dan berjalan kaki, funrun, menjadi Hobby dari Pj Gubsu Hasanuddin disaat libur mengurusi Pemerintahan, papar ilyas.
Pagi ini Jum'at (06/10/2023) Pj Gubsu Hasanuddin dan Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Ny Dessy Hasanuddin didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian dan Kadis Kominfo Ilyas Sitorus, Kadis UMKM, Naslindo, Kadis Budpar, Zumri, Kadis Tamben, Razali, Kadis Perindag, Mulyadi, Kabiro Umum, Dedy dan Kabiro Adpim Muttaqin tampak berolah raga jalan kaki santai di seputaran Ayola Hotel Dolok Sanggul dalam rangka kunjungan kerjanya ke Kabupaten Humbang Hasudutan dalam kaitan Like Toba Fashoon Week & Agriculture Giosite Sipintur Humbang Hasundutan 6 - 8 Oktober 2023.
Hassanudin mengatakan bahwa Lake Toba Fashoon Week (LTFW) merupakan event fashion di kawasan danau toba yang bertujuan untuk mengangkat wastra hasil kerajinan kawasan danau toba seperti batik khas etnil batak, ecopront khas etnik batak dan berbagai wastra lainnya yang diproduksi oleh para UMKM di kawasan danau toba.
Selain Fashion, juga menampilkan berbagai hasil pertanian unggulan 8 kabupaten seputaran danau toba sesuai dengan tema yang diambil tahun ini yakni Agriculturalre.
" Saya senang sekali bisa menikmati indahnya alam Doloksanggul ini bersama beberapa masyarakat dan Ka. OPD Pemprovsu tercinta. Ini olahraga jalan kaki, kita bisa berdiskusi sambil menikmati udara segar bersama-sama," ujar Hassanuddin.
Pj Gubsu berharap, berolahraga jalan kaki atau jalan sehat merupakan kegiatan yang mudah dilakukan dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain dapat meningkatkan kesehatan jantung dan sistem pernapasan, berjalan kaki meningkatkan aliran darah ke jantung dan paru-paru yang dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperkuat otot jantung.
Disisi lain kata Hasanuddin, dapat membantu menurunkan berat badan, meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh dan juga dengan olahraga berjalan kaki membantu meningkatkan keseimbangan dan koordinasi tubuh yang merupakan faktor penting dalam mengurangi risiko jatuh terutama seusia kita ini.
" Oleh karenanya olahraga jalan kaki merupakan pilihan olahraga yang mudah dilakukan dan memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan kita, "tutup Hassanuddin
Redaksi
Pj Gubernur Sumut Dr. Hassanudin : Inovasi dan Kreativitas Penting dalam Pelayanan Informasi Publik
Pagurawannews, Medan - Penerapan inovasi dan kreativitas sangat penting dalam pelayanan informasi publik dalam melayani hak masyarakat untuk memperoleh informasi. Untuk itu, sudah saatnya pelayanan informasi beralih pada layanan berbasis digital.
Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Dr. Ilyas Sitorus pada acara bimbingan teknis (Bimtek) yang bertema Kebijakan Aplikasi Umum Layanan Informasi Publik Nasional bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Wilayah Barat, di Hotel J Mariott Medan, Jalan Putri Hijau Nomor 10 Medan, Kamis (5/10).
“Ruang dan waktu tidak boleh lagi menjadi pembatas antara kita dan masyarakat dalam pemberian layanan publik. Pelayanan informasi berbasis aplikasi memainkan peran penting dalam meningkatkan aksesibilitas, efisiensi, dan personalisasi informasi untuk para pengguna. Terutama dalam menciptakan model bisnis baru atau meningkatkan model bisnis yang ada melalui pelayanan informasi yang inovatif,” katanya.
Dijelaskan, bahwa aplikasi layanan informasi akan memberikan akses cepat dan mudah ke informasi yang relevan dan dibutuhkan oleh pengguna, kapan saja, dan di mana saja, selama terhubung ke internet. Aplikasi juga, akan memberikan akses cepat dan efisien ke informasi yang diperlukan, sehingga meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna.
“Apalagi, pelayanan informasi berbasis aplikasi dapat mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan informasi atau layanan dibandingkan dengan metode konvensional,” ucapnya.
Untuk itu, katanya, pelayanan informasi berbasis aplikasi telah menjadi sebuah kebutuhan penting bagi para pelayan informasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, relevan, dan efisien.
“Informasi merupakan hak konstitusional seluruh masyarakat yang dijamin undang-undang. Untuk itu, dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik, seluruh jajaran pejabat publik harus transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan rakyat yang sebaik-baiknya,” ucapnya.
Seperti yang diketahui bahwa berdasar amanat Undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan Undang-undang No. 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, maka layanan informasi publik yang diberikan PPID badan publik, haruslah prima dan berorientasi pada pelayanan publik, memberikan kemudahan, murah dan sederhana, serta memberikan informasi publik secara akurat, benar dan tidak menyesatkan.
“Untuk Sumatera Utara, perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan hasil pengukuran indeks pengelolaan informasi dan komunikasi publik yang dilakukan Kementerian Kominfo pada tahun lalu, tercatat bahwa pada dimensi input dan proses, Provinsi Sumut berhasil memperoleh penilaian sangat baik. Namun, telah menjadi kenyataan bagi kami, bila melihat hasil penilaian pada dimensi output, Provinsi Sumut justru dinilai berkinerja sangat buruk. Data ini menunjukkan bahwa ada ketidaksinkronan antara upaya yang kita lakukan dengan penilaian masyarakat atas upaya tersebut,” ujarnya.
Disampaikan juga, semua lembaga publik pemerintah daerah di Provinsi Sumut telah berupaya melakukan hal terbaik dalam penyebarluasan informasi kepada publik. Menurutnya penerapan inovasi dan kreativitas sangat penting dalam pelayanan informasi publik.
Sementara Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kominfo Dr. Hasyim Gautama dalam sambutannya mengatakan, Bimtek dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan informasi publik. Indonesia sudah menjamin sesuai dengan ketetapan pada Pasal 28 huruf f Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 bahwa setiap orang berhak berkomunikasi dan memeroleh informasi, mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya.
“Indonesia telah menjamin hak setiap masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berkomunikasi. Makanya banyak yang memohon untuk mendapatkan informasi. Tapi yang melayani kok sedikit? Dalam melayani publik tidak mudah, terutama kalau sumber daya manusianya terbatas,” kata Hasyim, di hadapan seluruh peserta PPID Wilayah Barat.
Hasyim mengatakan publik memiliki hak untuk mengetahui apa yang dilakukan pemerintah, terutama badan pelayanan publik. Badan pelayanan publik wajib memberikan infromasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan publik terhadap infromasi publik, walaupun masih ada informasi yang dikecualikan.
“Dalam pelaksanaan demokrasi hal ini sangat penting bagi Indonesia untuk menyediakan akses yang luas dan terbuka sekaligus bertanggungjawab terhadap informasi sesuai amanat Undang- undang Nomor 14 tahun 2008. Pemerintah perlu menerapkan digitalisasi untuk informasi publik, jadi harus pakai aplikasi. Dengan banyaknya aplikasi die era digital, pemda perlu beradaptasi. Saat ini sudah ada 27 ribu lebih aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah dan sejumlah lembaga. Saat ini aplikasi yang akan digunakan juga sudah bisa dipilih-pilih,” ujarnya. **(DISKOMINFOSUMUT)
FOTO
BIMTEK KEBIJAKAN APLIKASI UMUM LAYANAN INFORMASI PUBLIK NASIONAL
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus mewakili Pj Gubernur Sumut Hassanudin, bersama Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementrian Kominfo Hasyim Gautama, foto bersama para peserta pada acara Bimbingan Teknis Kebijakan Aplikasi Umum Layanan Informasi Publik Nasional Bagi PPID Wilayah Barat, di Hotel JW. Marriot, Jalan Putri Hijau No. 10. Medan, Kamis (5/10).
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia











