Gubsu Edy Dukung KPK Sertifikasi Spesifik Pengusaha
MEDAN,pagurawannews – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mendukung upaya Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk menyertifikasi secara spesifik pengusaha-pengusaha di Indonesia. Tujuannya menghambat perusahaan yang mengerjakan proyek, tetapi bukan bidang utamanya atau hanya menjadi perantara.
Langkah ini, menurut Edy Rahmayadi, akan membuat pengerjaan proyek lebih efektif dan efisien. Selain itu, akan mempersempit celah untuk tindakan korupsi antara pemerintah dengan pengusaha.
“Ini langkah yang tepat untuk memaksimalkan proyek, akan lebih efisien dan menjauhkan dari peluang korupsi,” kata Edy Rahmayadi, usai Seminar Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Bagi Pelaku Usaha di Hotel Arya Duta, Jalan Kapten Maulana Lubis, Medan, Rabu (30/11).
Sertifikasi perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah, menurut Edy Rahmayadi, juga akan membuat pengusaha lebih profesional mengerjakan proyek atau menjadi penyedia barang dan jasa. “Bila sudah spesifik bidangnya, tentu hasilnya lebih maksimal karena perusahaan tersebut benar-benar berpengalaman dalam bidang tersebut,” kata Edy Rahmayadi.
Wakil Ketua KPK RI Alex Marwata menyampaikan, sertifikasi ini lebih spesifik bidang kerjanya. Contohnya perusahaan di bidang infrastruktur, sertifikasi akan dilakukan di lingkup lebih kecil, misalnya konstruksi perumahan, jembatan, jalan, gedung tinggi, dan lainnya.
Alex Marwata menegaskan, perusahaan-perusahaan yang tidak bekerja, tidak berhak mendapat keuntungan sebuah proyek. Tindakan ini menurutnya, masuk dalam kategori korupsi, sehingga sertifikasi salah satu jalan untuk mencegah itu terjadi.
“Bukan ingin menghambat rezeki, tetapi kita tidak ingin perusahaan jadi palu gada, apa lu butuh gua ada. Perusahaan ini tidak perform, tidak bekerja tetapi mendapat keuntungan sebuah proyek,” kata Alex Marwata.
Alex Marwata juga mengingatkan kepada pengusaha untuk lebih profesional. Berdasarkan data KPK RI hingga Juni 2022 terdapat 367 pelaku usaha yang ditindak lembaga antirasuah ini. Umumnya, kasus yang melibatkan pengusaha karena suap, gratifikasi dan persekongkolan.
“Peran bapak dan ibu (pengusaha) kunci kemajuan suatu daerah, pahlawan perekonomian sebenarnya, karena itu bapak/ibu bekerjalah profesional, berintegritas. Kami juga terus mendorong pemerintah untuk menjadi good governance, ini untuk kesejahteraan rakyat kita,” kata Alex Marwata.
Hadir pada seminar ini, Direktur Antikorupsi Badan Usaha KPK Aminuddin, unsur Forkopimda Sumut, Wakil Ketua Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) Bernard Nainggolan dan Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Kementerian PUPR Nikodemus Daud. Hadir juga Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Bonardo Aldo Tobing, serta asosiasi pengusaha Sumut. **(H15/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menghadiri dan menjadi narasumber pada seminar Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 bagi para pelaku usaha di Ballroom Hotel Aryaduta Jalan Kapten Maulana Lubis Medan, Rabu (30/11).
(Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu).
Semarak Hakordia di Sumut,Expo 100 Booth, Seminar Anti Korupsi dan Hingga Penampilan Band Wali
DELISERDANG, pagurawannews - Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Sumatera Utara (Sumut) resmi dibuka. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai 29 hingga 30 November 2022.
Kegiatan tersebut disemarakkan dengan berbagai kegiatan, dimulai dari expo atau pameran yang diikuti 100 booth dari organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, kabupaten/kota, lembaga pemerintah lainnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jalan Pancing, Deliserdang.
Masing-masing booth menampilkan ciri khas instansinya. Ada yang memamerkan programnya ada juga yang membuka pelayanan untuk masyarakat. Meski baru dibuka, tampak ratusan orang masyarakat dan pelajar antusias dan memadati kawasan expo. Masyarakat yang datang asyik melihat lihat deretan expo tersebut.
Selain itu dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga diisi dengan seminar harta kekayaan hingga penyuluh anti korupsi. Diharapkan, dengan mengikuti seminar tersebut masyarakat bisa memahami prinsip prinsip mengenai anti korupsi.
"Sehingga yang mengawasi tata kelola pemerintahan tidak hanya aparat penegak hukum, melainkan juga masyarakat," kata Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Edy Suryanto saat pembukaan road to Hakordia di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang, Selasa (29/11).
Berbagai lomba pun ikut meramaikan Hakordia. Mulai lomba mewarnai, lomba tari, lomba puisi dan lomba debat anti korupsi. "Ada juga dongeng, diskusi media, dan dialog interaktif di televisi, " kata Edy Suryanto yang juga panitia pelaksana kegiatan.
Selain itu akan diputar juga film anti korupsi untuk pelajar sekolah dan mahasiswa. Pemutaran film akan digelar di GOR Pemprov Sumut. Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan penampilan Wali Band pada tanggal 30 November 2022 malam di Lapangan Astaka, Jalan Pancing, Deliserdang. Diharapkan masyarakat dapat merasakan semangat Hari Anti Korupsi Sedunia dengan semarak kegiatan yang cukup banyak tersebut.
Edy Suryanto pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam kegiatan tersebut. "Rangkaian Hakordia ini mendapat dukungan penuh Pemprov Sumut, kami ucapkan terima kasih juga kepada pemkab dan pemko se-Sumut, " kata Edy Suryanto. (H17/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Alexander Marwata membuka secara resmi Expo Road to Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2022 di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jalan Pancing/Jalan Williem Iskandar Nomor 9, Deliserdang, Selasa (29/11).
(Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Ncekli Narasumber Dialog Multi Stakeholder Forum Tentang Keselamatan Ketenagalistrikan
MEDAN, pagurawannews - Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, untuk terus melakukan edukasi pada masyarakat dan pelaku bisnis. Terutama tentang pentingnya keselamatan ketenagalistrikan.
Hal ini disampaikanya saat menjadi narasumber pada acara Dialog Multi Stakeholder Forum tentang Keselamatan Ketenagalistrikan oleh PLN UID Sumut di Hotel Grand City Hall Aston Medan, Senin (21/11). "Saya harap PLN untuk terus melakukan edukasi dengan masyarakat dan pelaku bisnis mengenai instalasi listrik ini, yakni dengan menggunakan pihak jasa ketiga, yang telah bersertifikasi agar memenuhi standar keselamatan ketenagalistrikan," katanya.
Hadir dalam diskusi ini, General Manager PLN UID Sumut Tommy Bellamy, perwakilan Forkopimda Sumut, Asosiasi Kontraktor Tenaga Listrik, Biro K3 PLN UID Sumut, Dinas Tenaga Kerja Sumut, serta peserta forum lainnya.
Ilyas Sitorus yang akrab dipanggil ncekli itu mengatakan, saat ini kebutuhan listrik yang terus meningkat, maka diperlukan penerapan regulasi keselamatan ketenagalistrikan yang telah ada dan itu sangat mendukung, agar potensi bahaya dapat dihindarkan. Di antaranya adalah penerapan Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.
Kita ketahui bahwa Listrik telah menjadi kebutuhan dan menjadi bahagian yang tidak terpisahkan dalam masyarakat moderen
"Listrik ibarat air dan api, satu sisi bermanfaat dan dibutuhkan, sisi lain ada potensi bahaya jika pemanfaatannya tidak benar, bisa terjadi risiko kebakaran. Makanya kita perlu terus lakukan edukasi dan sosialiasi kepada masyarakat agar bagaimana penerapan UU ini agar dapat dipatuhi," katanya.
Beberapa laporan yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut melalui Dinas Kominfo Sumut di antaranya adalah pemasangan tiang listrik di jalan raya yang dapat membahayakan masyarakat. Selanjutnya adalah tiang fiber optik yang terpancang sangat semrawut di pinggir jalan dan depan rumah warga.
"Untuk tiang fiber optik, untuk jaringan internet ini, walaupun tidak ada aliran listrik, namun tiang yang terpancang di jalanan dan rumah warga sudah seperti tumpukan batang bambu, yang dalam satu lokasi ada 14 tiang. Ini sangat menggangu dan juga merusak estetika kota," ucap Ilyas Sitorus.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumut Tommy Bellamy mengatakan, dari data statistik kecelakaan masyarakat umum pada tahun 2021, total korban yang diakibatkan kecelakaan ketenagalistrikan sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal, 10 orang luka berat dan empat orang luka ringan.
Saat ini kondisi pelanggan PLN di Sumut mayoritas adalah konsumen rumah tangga, yang mencapai 4 juta pelanggan di luar pelaku industri dan bisnis yang berjumlah lebih kecil. "Secara proses pasang, industri dinilai cukup besar dengan daya terpasang mencapai 26%, dibanding untuk rumah tangga mencapai 50%. Relatif lebih banyak rumah tangga di Sumut," katanya.
Selain itu, disampaikan juga, beban puncak konsumsi listrik di Sumut adalah sebesar 2.084 mega watt (MW), dan PLN sendiri dapat memasok daya sebesar 2.700 MW. **(H14/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Ilyas Sitorus menjadi narasumber pada acara Forum Keselamatan Ketenagalistrikan PT.PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumut di Ballroom Grand City Hall Jalan Balai Kota Medan, Senin (21/11).
(Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Edy Rahmayadi : Pers Harus Berdiri Dan Berbuat Untuk Kepentingan Rakyat
Medan, pagurawannews - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sangat mengapresiasi tumbuhnya pers di daerah dan sepakat pers tidak boleh bungkam. Pers harus merdeka.
Hal ini dinyatakan Edy Rahmayadi di Rumah Dinas Gubernur Jl. Jend. Sudirman 41 Medan, Rabu (09/11/2022) ketika menerima kunjungan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari. Atal bersilahturrahmi seusai jalan pagi bersama dengan Gubsu Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi menilai pers tidak boleh dibungkam. Salah satu peran pers adalah mengkritik kebijakan namun bukan bersifat sentimen apalagi tendensius.
“Saya termasuk tipe yang tidak alergi terhadap kritik tapi saya kecewa bila kritik dilandasi oleh kepentingan, sentimen pribadi dan tendensius," ujar mantan Pangkostrad ini didampingi Kadis Kominfo Sumut Ilyas S Sitorus.
Ketua Umum PWI Pusat hadir ke Medan bersama beberapa pengurus PWI Pusat untuk memantapkan program Hari Pers Nasional yang akan digelar di Sumut pada Februari 2023.
Edy Rahmayadi menyatakan Pers wajib dipelihara oleh negara karena pers di awal terwujudnya Indonesia merdeka, ikut memerdekakan bangsa ini.
"Jadi negara ini merdeka tidak hanya karena senjata tapi juga karena penanya wartawan yang menyuarakan api perjuangan untuk Indonesia merdeka," tegas Edy Rahmayadi,seraya menyebut tugas pers jugalah yang mengisi kemerdekaan saat ini.
Sebagai mantan Pangkostrad Edy menyebut sesungguhnya intel yang paling tinggi itu pers. Pers bisa membuka sesuatu yang belum diketahui publik.
Oleh karenanya pers jangan dikerdilkan apalagi mau dikerdilkan karena kepentingan. Pers harus berdiri dan berbuat untuk kepentingan rakyat.
"Kembalikan pers ke hati rakyat," ujar Edy seraya menyatakan dirinya menyimpan koleksi koran terbitan tahun 1937.
Tagline Hari Pers Nasional
Dalam pertemuan ini Ketua Umum PWI Atal S Depari menyatakan tagline Hari Pers Nasional di Sumatera Utara pada 9 Februari 2023 adalah "Pers merdeka, demokrasi bermartabat" dan akan mengeluarkan DEKLARASI MEDAN di Hari Pers Nasional.
Gubsu Edy Rahmayadi mendukung kegiatan HPN di Sumut dengan harapan pertemuan nasional para jurnalis ini harus bisa memberikan buah pikiran, gagasan yang dapat memberi manfaat bagi daerah maupun pusat.
Paling tidak Edy Rahmayadi berharap menunjukan komitmennya untuk membangun negara dan daerah.
(Dinas Kominfo Sumatra Utara)
Tutup Porprov Sumut 2022,Edy Rahmayadi Minta Bupati/Walikota Evaluasi Pembinaan Atlet
Deliserdang, pagurawannews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta kepada Bupati/Walikota se-Sumut mengevaluasi pembinaan atlet-atletnya. Ini bertujuan untuk mengembangkan sektor olahraga Sumut menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di mana Sumut dan Aceh menjadi tuan rumahnya.
Hal ini diungkapkan Gubernur Edy Rahmayadi usai menutup secara resmi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumut, Sabtu (5/11) di Lapangan Astaka, Jalan Williem Iskandar, Deliserdang. Selain untuk pengembangan atlet, dia berharap Porprov Sumut 2022 menjadi bahan evaluasi setiap daerah.
“Saya minta dengan segala hormat beritahu bupati/walikota masing-masing hasil yang kalian dapat di sini agar menjadi bahan evaluasi pimpinan, kita ingin olahraga di Sumut terus berkembang dan maju menuju PON 2024,” tegas Edy Rahmayadi, yang menjadi pembina saat upacara penutupan Porprov Sumut 2022.
Kota Medan berhasil keluar sebagai juara umum pada Porprov 2022 dengan raihan 84 emas, 45 perak dan 41 perunggu. Selain itu, Kota Medan juga berhasil menjadi juara umum 10 cabor yang dipertandingkan pada Porprov Sumut 2022.
Posisi kedua ditempati Deliserdang dengan 20 emas, 45 perak dan 41 perunggu, disusul Kota Binjai dengan 18 emas, 25 perak dan 28 perunggu dan posisi keempat Kabupaten Karo dengan 16 emas, 23 perak dan 28 perunggu.
“Setiap kompetisi pasti ada yang menang dan yang kalah, selamat buat yang menang, tetapi tujuan kompetisi kita ini adalah pemacu semangat, evaluasi dan memberikan pengalaman, serta hiburan untuk masyarakat, jangan patah semangat, karena patah semangat bukan ciri olahragawan,” kata Edy Rahmayadi.
Sementara itu, Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, ada perubahan dalam segi prestasi pada Porprov kali ini. Menurut John, pada Porprov sebelumnya Kota Medan benar-benar mendominasi di setiap cabang olahraga, namun sekarang mulai tersebar ke Kabupaten/Kota.
“Dari 17 cabor yang yang kita tandingkan pada kali ini, 10 juara umum dipegang Medan, Deliserdang 2 cabor, kemudian sisanya masing-masing 1 seperti Karo, Serdangbedagai, Binjai, Tebingtinggi, Labuhanbatu, ini artinya prestasi per cabor mulai tersebar dan mudah-mudahan ke depan persaingan semakin ketat,” kata John.
Penyerahan trofi, piagam serta trofi bergilir diserahkan langsung Gubernur Sumut Edy Rahmayadi kepada Walikota Medan Bobby Afif Nasution. Bobby Afif Nasution berharap di Porprov berikutnya Kota Medan bisa mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini.
“Semoga ke depan bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi karena persaingan saat ini semakin ketat,” kata Bobby Afif Nasution.
Hadir pada upacara penutupan Porprov Sumut 2022, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting serta unsur Forkopimda Sumut. Hadir juga Wakil Bupati Deliserdang M Ali Yusuf Siregar, Wakik Bupati Batu Bara Oky Iqbal Prima, OPD Pemprov Sumut, diantaranya Kadispora, Tuah Man Saragih, Plt. Kadis Kominfo, Ilyas Sitorus, Kadis Naker, Baharuddin siagian, serta Kabupaten/Kota dan tokoh-tokoh olahraga Sumut.** (H15/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO
PENUTUPAN PORPROVSU KE - XI TAHUN 2022
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi Pembina Upacara penutupan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) Ke - XI Tahun 2022 di Lapangan Astaka Jalan Willem Iskandar, Sabtu (05/11). Penutupan Porprovsu Ke - XI Tahun 2022 ditandai dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, dan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting.
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia
JUARA UMUM PORPROVSU KE XI TAHUN 2022
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi memberikan piala kepada Walikota Medan Bobby Afif Nasution pada acara penutupan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) Ke - XI Tahun 2022 di Lapangan Astaka Jalan Willem Iskandar, Sabtu (05/11). Kota Medan berhasil meraih Juara Umum pada Porprovsu Ke - XI Tahun 2022.
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia
Gubsu Edy Ajak Masyarakat Sumut Jadikan Olahraga Sebagai Gaya Hidup
MEDAN, pagurawannews – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak seluruh masyarakat Sumut untuk menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Karena olahraga memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan tubuh.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Edy Rahmayadi saat mengikuti jalan sehat bersama ribuan masyarakat, yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Medan di Taman Stadion Teladan, Medan, Minggu (30/10).
“Olahraga yang paling sederhana, seperti berjalan kaki setiap pagi, hampir semua orang bisa melakukannya. Mari berolahraga, dengan berolahraga badan bugar, sehat, bisa bersama-sama kita membangun daerah yang kita cintai ini, " kata Edy Rahmayadi.
Peserta jalan sehat pun tampak antusias dan semangat berjalan bersama Edy Rahmayadi. Bahkan, saat diminta melambaikan tangan, ribuan peserta langsung melaksanakannya dengan penuh semangat. "Nah begitu, semangat, berarti kalian sehat semuanya, pagi ini kita harus terus sehat," katanya.
Sebelum memulai jalan sehat, Edy bersama ribuan masyarakat juga melakukan senam pemanasan. Usai senam, Edy mengajak masyarakat di hadapannya untuk menyanyikan lagu ‘Kembali’ dari Koes Ploes. Masyarakat yang tampak sudah familiar dan hapal lagu tersebut, langsung ikut bernyanyi bersama dalam suasana gembira.
Kemudian Edy pun melepas peserta jalan sehat. Namun sewaktu hendak bergabung dengan rombongan peserta jalan sehat, Edy sempat diserbu peserta yang ingin bersalaman atau sekadar menyapanya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu, Ketua DPC Gerindra Medan Ihwan Ritonga, Plt Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumut Baharuddin Siagian, Sekwan Zulkifli dan Karo PBJ Mulyono.
Sementara itu Anggota DPR RI Romo Raden Muhammad Syafii mengharapkan kegiatan tersebut dapat memberi motivasi kepada masyarakat untuk menggalakkan olahraga. "Semoga kegiatan ini aman dan lancar, mari kita songsong Indonesia ke depan yang lebih baik, " katanya.** (H17/DISKOMINFO SUMUT)
FOTO : Jalan Sehat Bersama Masyarakat, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Anggota DPR RI asal Sumut Djohar Arifin dan Romo Syafi'i, Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu serta Ketua Partai Gerindra Kota Medan Ihwan Ritonga berolahraga bersama masyarakat pada acara Jalan Sehat yang diadakan oleh DPC Gerindra Medan, di Stadiun Teladan, Medan, Minggu (30/10).
Diskominfo Sumut / Fahmi Aulia
Dr Ilyas Sitorus Yakinkan Pemprovsu Komit Sukseskan Migrasi Penyiaran Digital
Medan, pagurawannews - Pemerintah Propinsi dan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) diyakini komit menyukseskan migrasi penyiaran digital yang sedang berlangsung saat ini, sehingga migrasi siaran televisi (TV) analog atau Analog Switch Off (ASO) berhasil sukses.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemprov Sumut Dr Ilyas Sitorus (fhoto) mengemukakan hal itu di Hotel Madani Medan, Selasa (25/1022) pada Sosialisasi ASO dan Penyiaran Digital.
Kegiatan yang digelar Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Propinsi Sumut ini selain menghadirkan Dr Ilyas Sitorus juga Ketua KPID Sumut Anggia Ramadhan SE MSi dan Suardi Chamong dari TVRI.
Dikemukakan perkembangan teknologi menuntut perubahan dari sistem analog menuju era digital, termasuk dalam bidang penyiaran. Untuk itu migrasi penyiaran digital yang ditandai proses penghentian siaran TV analog dengan batas akhir seyogyanya 2 November 2022 namun diperpanjang, perlu diberhasilkan semua pihak.
Karenanya, pemerintah propinsi ini sejak awal sudah berkomitmen untuk mendukung migrasi penyiaran di Provinsi Sumut dari analog menuju digital sesuai dengan amanah Undang-Undang Cipta Kerja yang sedang digencarkan pemerintah pusat saat ini secara nasional.
“Teknologi analog tidak lagi dapat mengimbangi pemenuhan industri penyiaran dalam hal penyaluran program siaran yang terus bertambah secara dinamis seiring era digitalisasi,” kata Ilyas Sitorus.
Kondisi tersebut, lanjutnya dikarenakan terbatasnya jumlah kanal, frekuensi yang tersedia, infrastruktur penyiaran analog yang tidak efisien karena belum konvergensi, sehingga masih belum maksimal untuk mewujudkan keragaman mutu siaran.
Sementara siaran digital akan memberikan ruang bagi pelaku industri untuk dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Siaran digital memiliki banyak keunggulan yang memberi manfaat kepada semua pihak bagi kepentingan pemerintah mauoun masyarakat
“Masyarakat akan memperoleh akses informasi yang memadai, siaran yang bersih gambarnya, jernih suaranya dan canggih teknologinya. Satu poin penting yang perlu disebarluaskan kepada masyarakat adalah penyiaran digital itu tidak berbayar atau gratis,” terangnya.
Oleh sebab itu kata Ilyas meski sudah banyak penjelasan pemerintah pusat kepada masyarakat tentang ini namun sosialisasi tentang pentingnya penyiaran digital ini masih perlu terus dilakukan sampai ASO benar-benar sukses karena ini sesuai dengan amanah UU Cipta Kerja dan segera Indonesia akan beralih ke sistem televisi digital.
“Makanya sosialisasi masih penting dilakukan untuk seluruh komponen bangsa, baik dari unsur pemerintah, masyarakat, industri penyiaran juga unsur negara dalam hal ini pemerintah propinsi siap membantu untuk melakukan sosialisasi tentang penyiaran digital yang sudah diamanahkan UU,” katanya.
Tentunya diharapkan semua unsur dapat memahami apa yang dimaksud dengan penyiaran digital, karena mau tidak mau semua pihak harus beralih ke era baru. “Saat ini televisi memang penetrasinya paling tinggi, tapi kalau tidak berubah juga akan ditinggalkan,” ujarnya.
Sebagai ganti penghentian siaran TV analog, masyarakat diminta untuk pindah ke TV digital. Namun, tak usah khawatir mengeluarkan banyak uang untuk migrasi ke TV digital. Sebab, masyarakat bisa menikmatinya tanpa perlu mengganti televisi yang sudah dimiliki dengan perangkat TV digital.
Dilansir dari laman Indonesia Baik milik Kemkominfo, ada dua skema untuk mendapatkan siaran TV digital. Pertama, dengan menggunakan TV digital. Kedua, jika tidak memiliki TV digital, maka perlu perangkat tambahan dekoder atau Set Top Box (STB).
Untuk itu, televisi yang hanya bisa menerima siaran analog harus memasang STB terlebih dahulu. STB merupakan alat pengkonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara yang kemudian ditampilkan pada TV analog atau TV tabung.
Masyarakat bisa membeli perangat STB sendiri di toko online maupun offline.
Bagi masyarakat yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial, bisa juga mendapatkan STB gratis dari pemerintah.
(AMIN)











